Judulnya agak aneh ya wkwk... ampun-ampun.
Jadi gini, akhir2 ini gue lagi banyak berfikir tentang betapa sukanya gue dengan BTS dan keputusan gue untuk mempelajari agama dengan lebih baik lagi. Gue ngeliat salah satu video dari Wirda mansur yang bicara tentang boleh gak sih suka sama Kpop dari pandangan agama? judulnya gue lupa tapi kalian bisa cari di youtube dan insya Allah pasti ada.
Menyadari bahwa gue sangat menyukai BTS, dan menyadari kalau dunia ini sesuatu yang fana dan gak selama nya gue akan hidup iya kan?. Apa yang gue tulis ini benar-benar dari pengamatan gue yaa. so kalo kalian punya pendapat yang berbeda, please kindly left me a comment and we can discuss it all.
Gue pribadi kenapa suka kpop karena gue suka kerja kerasnya mereka, gue suka karya nya, gue suka how they build their image seriously.. okay, gue seserius itu soal korea haha. Bahkan gue sampai berada dalam diskusi hangat waktu mata kuliah seni, karena mendiskusikan tentang harus ada nggak sih kementerian seni dan budaya di indonesia seperti Korea Selatan. Gue termasuk yang mendukung karena gue fikir indonesia punya kekayaan seni budaya yang sebenernya kaya banget yaaa, cuman harus lebih di seriusin aja pengelolaannya, even if sekarang mulai terlihat geliat-geliat seni di indonesia semakin meningkat, GOOD JOB PEOPLE!
Gue banyak belajar dari artis korea, BTS, gue orang dengan background yang yah kalau background mentahnya mah orang biasa ya. Kalo di korea ibaratnya gue gak masuk top 3 agencies (SM, YG, JYP). Gue banyak berkaca dari bangtan, gue ini anak yang merangkak dari bawah lah istilahnya gue mah tidak punya power. A kind of person who have to work harder than anyone, but still got all the weird stares and yup. Translatenya, gue orang yang harus bekerja keras dua kali lebih keras dari yang lain, tapi tetep aja diliat aneh dan lain-lain lah.
Menurut gue, apa yang bangtan lalui bener-bener jadi inspirasi dan semangat tersendiri, mereka bener-bener melalui hal-hal yang berat dan bekerja lebih keras. Dan apa yang mereka dapatkan hari ini menurut gue memang pantas mereka dapatkan. Gue pernah ikut fan meeting mereka, sampe hi-touch event nya juga ikut. I earn the money, in a hard way wkwk tapi mudah-mudahan halal kok.
Well ketika ketemu mereka, perasaan gue yang pertama adalah.. mungkin ini akan jadi pertemuan pertama dan terakhir, karena gue gak yakin bisa mengumpulkan uang lagi untuk ketemu mereka. Tapi hal yang membuat gue termotivasi adalah, gue bisa kok ketemu lagi dengan mereka, dengan jalan jadi orang yang sepadan bahkan lebih hebat dari mereka. That way, gue bisa bertemu dengan mereka, bangtan seneng ketemu fans kaya gue dan begitu pun sebaliknya wkwk oh bukan gue seneng fans gue bangtan yaa tapi gue seneng ketemu bangtan lagi.
Dan sejak fan meet itu setiap kali gue bakal menyerah, gue akan inget kalau gue harus bisa jadi lebih baik dari bangtan haha parameter gue.
Gue bukan tipe anak yang pantas memberikan label salah atas apa yang orang lain lakukan. Sampai sekarang pun gue masih suka bangtan, explore IG gue masih banyak kpopnya.
Yang perlu jadi catatan buat gue pribadi, gue boleh menyukai boy group atau girl group manapun. Gue tidak mendewakan mereka karena jelas mereka sesuatu yang sifatnya duniawi, sementara dan fana sama kaya gue. Tapi kerja kerasnya, karyanya yaa apa salahnya sih suka sama itu semua selama nggak berlebihan.
Hijrah sekarang lagi jadi trend dikalangan anak muda, iya gak sih?. Gue pernah jadi moderator suatu acara, disitu yang jadi narasumber Salma Fina Sunan, atau mungkin yang lebih kalian kenal sebagai alma yang nikah dengan hafidz muda Taqy. Disamping semua kontroversi dan lain-lain yang menyangkut urusan pribadi alma, gue fikir keputusan alma untuk hijrah itu hal yang hebat.
Hijrah itu butuh proses, nikmati setiap perubahan yang terjadi dan kita inginkan dalam hidup kita. Toh sesuatu yang berproses akhirnya akan terasa indah dan terasa jauh lebih berharga. Ketika baru hijrah pengen mutusin buru-buru ini itu, sejujurnya gue sendiri ngerem diri. Gue ngelakuin hal-hal yang ingin gue lakuin untuk meningkatkan ruhiyah gue pelan-pelan tapi regulary gue lakuin. Hal kecil apapun yang menurut gue harus dijadikan kebiasaan baik, ya gue lakuin. Buat menghilangkan rasa ingin dilihat orang, gue melakukan banyak hal diam2.. artinya gak sibuk pamer sana sini kalo gue ibadahnya ngapain aja.
Gue pernah nanya pertanyaan yang aneh ke ade tingkat gue dikampus "kapan lo mutusin buat hijrah?". dan dia jawab "hmmm.. entah, gue kayanya sekarang juga masih hijrah" wkwk iya juga ya. Kalau ada yang bilang, ya pantes gue rada islami karena dari SD sampe SMP gue di sekolah Islam Terpadu, can i say "NO" ? . pendidikan dasar emang membantu gue mendapatkan sudut pandang keislaman, ibarat nya kalo make up itu kaya dasar bedak lah wkwk pengibaratan gue agak gak membantu ya?. Jadi gini, kita dikasih kemampuan untuk berfikir, gue nggak mengikuti apa yang orang tua gue atau orang-orang disekitar gue fikirkan 100%, gue berusaha mencari rasionalisasi dari itu semua, dan lewat proses berfikir gue memutuskan banyak hal dalam hidup gue dan nggak jarang hal ini bertentangan dengan orang-orang disekitar gue juga.
Ketika ada dorongan sedikit apapun untuk belajar tentang islam dengan lebih baik, ada sedikit ketakutan akan kehidupan setelah kehidupan dunia ini, gue sempet yang mikir haduh tapi gue masih ini itu dan lain-lain. Tapi gue juga mikir, kalo ini juga bisikan setan =_=, nanti dipanggil "ummi" nanti dikira sok alim, nanti gue gabisa hi-touch event lagi ahaha, banyak deh.
Percaya gak sih, kalau kita mendekat perlahan.. Allah itu jauh lebih cepat mendekat sama kita? Gausah takut gabisa nonton korea lagi dll, kesadaran kita akan terbangun secara perlahan. Hati-hati jangan2 itu bisikan syaitan yang gak mau kita mendekat sama Tuhan kita.
Guys, dari pada masih nyantol di hape... liatin foto oppa.. dan berharap dari foto itu dia bakal keluar dan jadi oppa dihadapan kita. Kenapa kita gak berusaha buat jadi orang yang lebih hebat dari, raih cita-cita yang tinggi, deketin yang maha Kuasa yang punya andil dalam hidup kita. Dan sadari kalau apa yang ada di dunia ini termasuk diri kita adalah hal yang akan musnah. Bismillah, semoga hijrahnya kita bisa jadi berkah buat orang-orang disekitar kita.. dan bisa jadi berkah buat oppa juga? wkwk no offence tho..
Dan yang paling penting, jadikan kritik2 orang2 disekitar itu sebagai masukan, kalau kritiknya menjatuhkan, yaa diemin ajaaa.. biasanya yang mengkritik kaya gitu adanya dibelakang kita so stay cool. Banyak dateng ke kajian yang ringan-ringan dulu aja, semoga yang ringan ini bisa membawa kita ke pembahasan yang lebih dalam soal agama dan kehidupan kita. Selamat berproses readers :) baca tulisan aku aja sebenarnya bisa jadi awal untuk beberapa orang, selalu ada saat pertama, selalu ada pengalaman pertama. Dinikmatin aja, kalo buru-buru nanti kesandung kan bahaya.
dan buat ARMYs wkwkw... jangan menyerah yaa sama impian kalian, jangan menyerah juga dalam memperbaiki diri, BTS mungkin gak akan bertahan sampai hari ini kalau mereka menyerah disatu titik dimasa lalu, iya kan?
Wallahu A'lam :)
Dari Rana yang masih berproses sampai detik ini,
Senin, 22 Januari 2018
Jumat, 14 April 2017
Our Own Spring
--"Kesedihan dan penderitaan pun sebenarnya memiliki tujuan"--
Setelah lama nggak posting, dan akhirnya posting juga setelah having me time hehe. Kita ada dimasa yang membuat kita berfikir apa semua keputusan yang kita buat itu bisa mengantarkan kita ke masa depan yang kita inginkan. Kita juga dimasa disaat pendapat orang lain tentang kita terasa begitu penting, beberapa diantara kita mungkin orang-orang yang berfikir seperti aku. Selalu berfikir tentang cara orang melihat dan berpendapat tentang kita, tapi tentunya ada beberapa diantara kita yang tidak terlalu pusing dengan itu.
Aku banyak berfikir tentang diriku sendiri dan hidupku, tepatnya saat artikel ini ditulis. Aku belum hidup selama itu di dunia, karna itu aku tidak berhak untuk mengajari siapapun. Lewat artikel ini aku berharap bisa berbagi pemahaman dan sudut pandangku.
Seringkali aku berfikir, kenapa orang lain nasibnya terlihat lebih menyenangkan dari aku. Aku mendambakan masuk ke kedokteran, lalu aku melihat teman dekatku lolos kedokteran dengan terlihat mulus. Aku ingin liburan ke luar negeri tanpa berfikir tentang berapa budget yang harus aku keluarkan, lalu aku melihat banyak orang di instagram yang ke luar negeri dan terlihat bersenang-senang.
Lalu dimana aku?
hahaha rasanya kalo aku jabarkan apa yang terjadi pastinya kurang tepat ya. Intinya, aku baru selesai UTS di kampus... lalu sekarang dalam proses regenerasi organisasi di kampus, ada beberapa project dan lain-lain.
Saat aku melihat beberapa orang dengan percaya dirinya hidup dalam kehidupan yang dihormati. Beberapa diantaranya hanya perlu menyebut mereka akan datang ke sebuah tempat lalu orang-orang akan mengerubuti mereka. Beberapa orang sibuk dengan bisnisnya, beberapa orang sibuk dengan orang yang mereka cintai. Banyak diantara mereka yang telah bebas secara finansial, lalu banyak juga yang sudah jadi pembicara di acara-acara motivasi. Bahkan salah satu temanku sedang touring keliling Indonesia.
Lalu dimana aku?
Aku dikampus, sesekali di rumah, sesekali di venue event, sesekali di toko buku, sesekali di tempat makan, sesekali di mall, sesekali di ruang meeting, sesekali di pelataran lorong gedung Administrasi Niaga PNJ, sesekali di kantin, sesekali di sekret HMAN, sesekali ke sekret BEM dan sesekali lainnya.
Aku merasa tersisih dari dunia, seperti duri ikan yang tidak dimakan dan tidak terlihat hahaha.
Disaat seseorang diluar sana berkarya membangun kotanya seperti Bapak Ridwan Kamil. Disaat seseorang diluar sana berkarya membanggakan bangsanya seperti Bapak BJ Habibie. Disaat seseorang diluar sana belajar di Jerman seperti Irvan (temanku beda SMA, tapi sama2 di Ketua OSIS dulu haha). Disaat seseorang diluar sana belajar di Cina seperti Alan (Temanku beda SMA, sama2 alumni indonesian Student Leadership Camp). Disaat seseorang diluar sana menjadi Abang Jakarta Utara seperti Kak Ama (PO ISLC III, UI).
Lalu dimana aku?
Aku tidak merasa bergerak dan tidak merasa berhenti.
Dan aku yakin aku bukan satu-satunya orang yang berfikir seperti itu.
Suatu hari yang sebenarnya sudah lama, aku membaca buku berjudul "the time of your life" karya seorang penulis Korea yang aku harap aku bisa mengingat nama beliau. Didalam buku itu tertulis, banyak orang putus asa dengan dirinya karna melihat musim semi orang lain. paham maksudnya?
Bunga Bakung hanya mekar di musim Hujan. Bunga Mawar mekar di musim panas. Bunga Tulip mekar di musim dingin. Bunga Cosmos mekar dimusim gugur.
Setiap Bunga memiliki musimnya untuk mekar, begitu juga kita.
Mungkin saat ini bukan musim kita, mungkin memang belum saatnya. Coba bayangkan jika bunga-bunga tidak sabar ingin mekar padahal suhu dan kondisi tanahnya tidak cocok dengan dia?. Tentu ia tidak akan mekar seindah saat dia mekar di musimnya.
Aku mulai berfikir,
Mungkin benar.
Setiap orang akan mekar disaat yang tepat, di momen yang paling indah. Kita tidak merasakan apa yang orang lain alami ketika musim semi mereka belum tiba.
Hidup ini menyenangkan, Life is Great kataaa Sakana salah satu anak Sospol HMAN hehe. Baik buruknya hidup kita, itu menyenangkan.
Mungkin hari ini rasanya persis seperti berjalan didalam lorong yang gelap tanpa ujung. Sesekali terjatuh lalu berjalan lagi tanpa tau akhirnya akan seperti apa.
Mengutip buku Nick vujicic yang terlahir tanpa lengan dan tungkai, "A life without Limit":
"Mungkin kehidupan tidak berjalan mulus bagimu sekarang. Tetapi selama kau ada di dunia ini, selama kau bergerak maju, segalanya mungkin terjadi"
Yang menakjubkan dari buku Nick dan yang sukses bikin mata berkaca-kaca di toko buku hahaha.
Hidup punya lengan dan tungkai aja ga mudah toh? terus rasanya ga punya gimana ya :(
Banyak orang berfikir hidupnya udah jadi hidup yang paling hancur dan paling buruk. Sedangkan Tuhan pasti selalu punya jawaban, "kenapa?".
Nick juga bilang, Tuhan itu nggak pernah salah, nggak pernah nggak punya jawaban untuk semua yang Dia putuskan. Nick yang belajar jalannya dengan menopang kepala di tembok, nick yang berdoa setiap malam supaya ketika bangun dia punya kaki dan tangan seperti anak-anak lain, Nick yang saat lahir ibunya nggak mau ngeliat dia.
Setelah gue fikir-fikir lagi, kisah sukses seseorang menarik kalo dia pernah mengalami hal2 terburuk yang orang lain gak bisa bayangkan rasanya gimana.
Mungkin kalau sekarang kita lagi menghadapi ujian #eaaaaUASkali ujian
Mungkin itu cerita tambahan yang bakal ngebuat kehidupan kita menarik untuk jadi inspirasi orang lain.
Hidup kita kan tentang pilihan, boleh memilih untuk bahagia atau bersedih dengan semua yang terjadi.
Semua orang pun kan hidup dengan luka masing-masing yang mereka simpan, you are not the only one.
Dan ada juga kata2 yang bikin merinding, aku pernah baca kalo waktu pelepasan pengajar muda Indonesia Mengajar. Anies Baswedan pernah ngomong gini:
"Indonesia adalah negara yang merdeka karena para pejuangnya. Saya bangga hadir diantara teman2, karena teman2 adalah bukti bahwa ibu-ibu Indonesia masih melahirkan para Pejuang"
Terlepas dari pak anies lagi nyalon, aku suka aja sama kalimat beliau. KALIMATNYA YA KALIMAT, FOKUS GUYS.
Pengen rasanya, hidup untuk mati dan pergi tanpa penyesalan.
Pengen rasanya, membuktikan pada semua orang kalo mamahkuu telah melahirkan seorang pejuang bangsa or maybe dunia hehe.
Pengen rasanya, membuktikan sama lelaki yang pertama kali akan selalu ada buat aku (read: Papah), His Little Daughter grew up well.
Pengen rasanya, membuktikan sama Aa.... His clumsy, noisy, little sister... make him proud.
Pengen rasanya, membuktikan kepada calon suami dan calon anak. I love them since forever, because i'm not destroying my life, i'm not wasting my time. And i will always run to them, make them my reasons why i should never destroyed my future. Because their future depends on me too.
And yes, this kind of thought never failed to bring tears to my eyes.
Jangan menyerah, selagi belum happy ending. Selagi musim semi kita belum tiba, kita masih punya banyak kesempatan.
"Kebahagiaan sejati lahir dari keteguhan terhadap tujuan yang mulia"
-Helen Keller
Selasa, 05 Juli 2016
Taeyeon - Why (ENG, ROM) lyric
My favorite song lately... her voice mixed well with the music and i personally like her voice hehe. Things that i really like from korean songs, they actually has a special meaning in almost every songs. The song makes me believe that actually my life can be better than today, i like this lyric "The world isn’t all about trying to catch up. You can’t find an identical scenery even if you walk all day" nowdays, i'm getting sick of trying to catch up everything. Honestly, dreaming isn't always fun.... almost every plans i made turn into some ashes. I'm right on the point where i think i had enough. Now it's time to work on something right in front of my eyes and fly, be freer than myself in the past. I don't know if in the future i'll get hurt even more or i'll be the happiest girl alive, but i'm willing to endure them and be more stronger. This life is amazing and i'm grateful.
[ROM]
Oh yeah yeah
Oh eonjenganeun nae du bari Oh dahneun daero
ikkeullineun siseoneul ppaegyeobeorin daero
gabyeopge georeogal naccseon goseul geurida
tto gyeolgugen heojeonhan gin hansume meomchwo
Why, Why, doraseo tto neon
Why, Why, kkumman gadeukhae
jigeum tteonandamyeon good, good, good, yeah
mannage doel modeun geon kreat, kreat, yeah
gabyeowojin mamiWork, Work, baby
imi imi nun ape
areunareundaeneunde mangseoryeo Why
nachimban wi doragadeon baneuri
meomchun gose gadeuk pin ireum moreul kkoccipi
neol wihae kkeureodanggin bicci damgin punggyeong soge
eoseo ttwieodeureo naboda jayuropge deo
Why, Why, Why, gwaenhi mirwo wadeon nal
manhadeon geokjeongi modu da sarajin tonight yeah
baram bureoomyeon good, good, good, yeah
pyeolchyeojineun modeun geon kreat, kreat, yeah
dallajineun mami Work, Work, baby
imi imi nun ape
areunareundaeneunde
jigeum tteonandamyeon good, good, good, yeah
mannage doel modeun geon kreat, kreat, yeah
gabyeowojin mamiWork, Work, baby
imi imi nun ape
areunareundaeneunde mangseoryeo Why
jjoccagagido beokcha sumi chan sesangi jeonbuneun anya
haru jongil georeodo ttokgateun punggyeongeun jeoldae boiji anha
hayan jongie jeogeo bon Why ingkeucheoreom beonjineun mam
I’m falling I’m falling I’m falling to you
baram bureoomyeon good, good, good, yeah
pyeolchyeojineun modeun geon kreat, kreat, yeah
dallajineun mami Work, Work, baby
imi imi nun ape
areunareundaeneunde
jigeum tteonandamyeon good, good, good, yeah
mannage doel modeun geon kreat, kreat, yeah
gabyeowojin mamiWork, Work, baby
imi imi nun ape
areunareundaeneunde mangseoryeo Why
[ENG]
Oh yeah yeah
Oh someday as my feet Oh reach
As attracted stares are stolen
I’m yearning for a strange place to casually walk upon
And stop with an empty sigh in the end
Why, Why, when I turn around, again, you
Why, Why, are you full of dreams
If I leave now Good, Good, Good, yeah
Everything that I will meet is Great, Great, yeah
My lightened heart Work, Work, baby
Already, already it’s glimmering
In front of our eyes so why do you hesitate, Why
The needle in the compass used to spin
Where it stops, there are nameless flower petals
Hurry and jump into this bright scenery that I pulled in
closer for you
Be freer than me
Why, Why, Why, did I put off this day for nothing
Because all of my worries vanished tonight yeah
When the wind blows Good, Good, Good, yeah
Everything that happens from now Great, Great, yeah
Your changing heart Work, Work, baby
Already, already it’s glimmering
In front of our eyes
If I leave now Good, Good, Good, yeah
Everything that I will meet is Great, Great, yeah
My lightened heart Work, Work, baby
Already, already it’s glimmering
In front of our eyes so why do you hesitate, Why
The world isn’t all about trying to catch up
You can’t find an identical scenery even if you walk all
day
My heart is spilling like writing with ink Why on a piece
of white paper
When the wind blows Good, Good, Good, yeah
Everything that happens from now Great, Great, yeah
Your changing heart Work, Work, baby
Already, already it’s glimmering
In front of our eyes
If I leave now Good, Good, Good, yeah
Everything that I will meet is Great, Great, yeah
My lightened heart Work, Work, baby
Already, already it’s glimmering
In front of our eyes so why do you hesitate, Why
Senin, 04 Juli 2016
Mahasiswa ituu?
Haduuu judulnya sebenernya rada bikin malu sih haha... berhubung gue pun nggak sadar sekarang sudah memasuki semester 3 di PNJ. Kampus yang gak pernah masuk daftar kampus impian gue, tapi sekarang malah jadi kesayangan dan ke
banggaan. Tapi anyway, gue sekarang gak bahas PNJ sih... mungkin akan sedikit nyeret2 tapi intinya bukan itu hehe.
Liburan kali ini panjang banget, dua bulanan mungkin sampe. Dan gue merasa hidup gue kurang berfaedah dengan liburan yang kepanjangan haha. Pengen nyari kerja sih pengen, tapi disisi lain ada amanah yang setia menunggu ditunaikan hehe. I'm 24 hours available for amanah, lebih baik berempong2 ria dengan amanah di dunia daripada rempong pas hari pertanggung jawaban, yakan? hehe
Dulu gue penasaran kenapa senior-senior gue di SMA kayanya suka kelimpungan gitu ngurusin urusan2 kuliah dari mulai tugas, kuis sampe ujian2. Gue juga penasaran dengan kegiatan2 mahasiswa karena gue suka aja gitu ngeliat mahasiswa yang keliatan sibuk, tapi pengetahuannya luas terus jaringannya luas... wah apalagi kalo mereka nge share kegiatan2 mereka di socmed, bikin ngiri.
Gue orang yang suka banget organisasi, kenapa? panjang kalo diceritain sejarah dari awal suka organisasi sampe memutuskan ikut organisasi dan berempong ria dengan amanah2 di organisasi. Di PNJ juga gue ikut organisasi, setelah dengan sok tau nya pas SMA bilang gamau ikut organisasi dikuliah haha -__- ikut2 juga akhirnya.
Gue ikut open recruitment Himpunan Mahasiswa Administrasi Niaga (HMAN) sebagai staff departemen sosial politik dan pilihan berikutnya departemen Kesehatan Lingkungan. Gue pun lolos sebagai staff departemen Sosial Politik HMAN Kabinet SATU periode 2015/2016.
Gue akui di blog ini, kalo gue gak pernah suka dimarah-marahin pas LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) hadooooh gasuka pake banget. Siapa juga yang suka dimarah2in ya? Tapi gue sendiri kan pernah jadi panitia LDK ya. Dan yaa sebenernya tujuannya LDK baik sih, buat menempa mental kita sebagai organisator dan buat ngasih pengetahuan tentang organisasi dan kepemimpinan, karena setiap manusia adalah pemimpin minimal untuk dirinya sendiri hahaha asik ga tuh?.
Nah dikuliah ini ada namanya Pelatihan Managemen Organisasi (PMO), awalnya gue dengan suudzonnya mikir kalo ini sama aja kaya LDK... ternyata beda hehe. PMO itu lebih bermuatan kearah pengetahuan2 organisasi dan pelatihan managemen didalem organisasinya nanti. Bagian2 uji mentalnya ada, tapi setelah gue merasakan diuji mentalnya pas PMO... ya hadepin aja sih, kalo disuruh ngasih pendapat angkat tangan aja dan kasih pendapat kita. Salah bener nya emang penting, tapi pas PMO keberanian itu jadi nilai tambah.Gue pun memberanikan diri buat sering angkat tangan, sering ngasih pendapat gue pas lagi situasi panas-panasnya. Dan ternyata... Alhamdulillah wa innalillah ya, dikasih penghargaan sebagai peserta PMO terbaik. Makasih kakaaakkk ^^
Sekarang baru banget masa2 peralihan kepemimpinan nih, pergantian ketua Himpunan, BEM dan MPM. HMAN juga ganti ketua, jadi temen gue yang gue gak sangka akan jadi ketua himpunan haha.. dia jadi ketua himpunan. Dan gue jadi saksi hidup, betapa PEMIRA (Pemilihan Raya) bener2 merubah temen gue jadi pribadi yang lebih baik dan tangguh. Berubah jadi lebih keren ya bar? haha...
Organisasi (HMAN) mempertemukan dan mendekatkan gue dengan orang2 hebat, pernah denger dong kalo kita temenan sama orang hebat nanti ya seenggaknya kecipratan hebatnya mah pasti. Dan itu bener-bener gue rasakan dan manfaatnya bener-bener nyata. contohnyaa gue jadi kenal sama BEM PNJ, BEM PNJ tu keren banget, kalo diceritain kerennya gimana mungkin gue bisa bikin satu buku yang isinya tentang kekaguman gue sama BEM PNJ terutama orang-orang didalamnya. Keren dikamus gue bukannya sempurna yaa, ada kurangnya tapi setiap orang bisa memilih dari sudut mana mereka mau memandang dan gue memilih memandang BEM dari sudut yang baik.
Gue banyak belajar arti dari berbagi, ketulusan, kerja keras, kerja cerdas, kesungguhan, kasih sayang, solidaritas dari Organisasi Mahasiswa (Himpunan, BEM, MPM dll). Pagi ini gue dapet email dari kakak BEM, dulu kakak ini ketua divisi Kajian Strategis Departemen Sosial Politik BEM namanya kak Rahmat hehe... Intinya gue curhat gitu kan kalo gue baru dapet amanah baru nih di Himpunan. Dan kak Rahmat ngasih banyak masukan termasuk ngasih bonus 27 file via email yang bener2 bia ngebantu gue menjalankan amanah baru yang belum bisa gue sebutin sekarang karena baru pengumuman struktur organisasi Himpunan besok hehe.. jadi kalo sekarang masih rahasiaa..
Salah satu file dari kak Rahmat judulnya "Bagaimana Seharusnya Mahasiswa?" ini menggelitik banget dan harus banget di bagi hehe... Jazakillah kak Rahmat!! ^^ Nah nah... Kenapa harus berorganisasi?
1. Sejalan dengan Tridharma perguruan tinggi
banggaan. Tapi anyway, gue sekarang gak bahas PNJ sih... mungkin akan sedikit nyeret2 tapi intinya bukan itu hehe.
Liburan kali ini panjang banget, dua bulanan mungkin sampe. Dan gue merasa hidup gue kurang berfaedah dengan liburan yang kepanjangan haha. Pengen nyari kerja sih pengen, tapi disisi lain ada amanah yang setia menunggu ditunaikan hehe. I'm 24 hours available for amanah, lebih baik berempong2 ria dengan amanah di dunia daripada rempong pas hari pertanggung jawaban, yakan? hehe
Dulu gue penasaran kenapa senior-senior gue di SMA kayanya suka kelimpungan gitu ngurusin urusan2 kuliah dari mulai tugas, kuis sampe ujian2. Gue juga penasaran dengan kegiatan2 mahasiswa karena gue suka aja gitu ngeliat mahasiswa yang keliatan sibuk, tapi pengetahuannya luas terus jaringannya luas... wah apalagi kalo mereka nge share kegiatan2 mereka di socmed, bikin ngiri.
Gue orang yang suka banget organisasi, kenapa? panjang kalo diceritain sejarah dari awal suka organisasi sampe memutuskan ikut organisasi dan berempong ria dengan amanah2 di organisasi. Di PNJ juga gue ikut organisasi, setelah dengan sok tau nya pas SMA bilang gamau ikut organisasi dikuliah haha -__- ikut2 juga akhirnya.
Gue ikut open recruitment Himpunan Mahasiswa Administrasi Niaga (HMAN) sebagai staff departemen sosial politik dan pilihan berikutnya departemen Kesehatan Lingkungan. Gue pun lolos sebagai staff departemen Sosial Politik HMAN Kabinet SATU periode 2015/2016.
Gue akui di blog ini, kalo gue gak pernah suka dimarah-marahin pas LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) hadooooh gasuka pake banget. Siapa juga yang suka dimarah2in ya? Tapi gue sendiri kan pernah jadi panitia LDK ya. Dan yaa sebenernya tujuannya LDK baik sih, buat menempa mental kita sebagai organisator dan buat ngasih pengetahuan tentang organisasi dan kepemimpinan, karena setiap manusia adalah pemimpin minimal untuk dirinya sendiri hahaha asik ga tuh?.
Nah dikuliah ini ada namanya Pelatihan Managemen Organisasi (PMO), awalnya gue dengan suudzonnya mikir kalo ini sama aja kaya LDK... ternyata beda hehe. PMO itu lebih bermuatan kearah pengetahuan2 organisasi dan pelatihan managemen didalem organisasinya nanti. Bagian2 uji mentalnya ada, tapi setelah gue merasakan diuji mentalnya pas PMO... ya hadepin aja sih, kalo disuruh ngasih pendapat angkat tangan aja dan kasih pendapat kita. Salah bener nya emang penting, tapi pas PMO keberanian itu jadi nilai tambah.Gue pun memberanikan diri buat sering angkat tangan, sering ngasih pendapat gue pas lagi situasi panas-panasnya. Dan ternyata... Alhamdulillah wa innalillah ya, dikasih penghargaan sebagai peserta PMO terbaik. Makasih kakaaakkk ^^
Sekarang baru banget masa2 peralihan kepemimpinan nih, pergantian ketua Himpunan, BEM dan MPM. HMAN juga ganti ketua, jadi temen gue yang gue gak sangka akan jadi ketua himpunan haha.. dia jadi ketua himpunan. Dan gue jadi saksi hidup, betapa PEMIRA (Pemilihan Raya) bener2 merubah temen gue jadi pribadi yang lebih baik dan tangguh. Berubah jadi lebih keren ya bar? haha...
Organisasi (HMAN) mempertemukan dan mendekatkan gue dengan orang2 hebat, pernah denger dong kalo kita temenan sama orang hebat nanti ya seenggaknya kecipratan hebatnya mah pasti. Dan itu bener-bener gue rasakan dan manfaatnya bener-bener nyata. contohnyaa gue jadi kenal sama BEM PNJ, BEM PNJ tu keren banget, kalo diceritain kerennya gimana mungkin gue bisa bikin satu buku yang isinya tentang kekaguman gue sama BEM PNJ terutama orang-orang didalamnya. Keren dikamus gue bukannya sempurna yaa, ada kurangnya tapi setiap orang bisa memilih dari sudut mana mereka mau memandang dan gue memilih memandang BEM dari sudut yang baik.
Gue banyak belajar arti dari berbagi, ketulusan, kerja keras, kerja cerdas, kesungguhan, kasih sayang, solidaritas dari Organisasi Mahasiswa (Himpunan, BEM, MPM dll). Pagi ini gue dapet email dari kakak BEM, dulu kakak ini ketua divisi Kajian Strategis Departemen Sosial Politik BEM namanya kak Rahmat hehe... Intinya gue curhat gitu kan kalo gue baru dapet amanah baru nih di Himpunan. Dan kak Rahmat ngasih banyak masukan termasuk ngasih bonus 27 file via email yang bener2 bia ngebantu gue menjalankan amanah baru yang belum bisa gue sebutin sekarang karena baru pengumuman struktur organisasi Himpunan besok hehe.. jadi kalo sekarang masih rahasiaa..
Salah satu file dari kak Rahmat judulnya "Bagaimana Seharusnya Mahasiswa?" ini menggelitik banget dan harus banget di bagi hehe... Jazakillah kak Rahmat!! ^^ Nah nah... Kenapa harus berorganisasi?
1. Sejalan dengan Tridharma perguruan tinggi
- Pendidikan
- Penelitian dan pengembangan
- Pengabdian pada Masyarakat
2. Sejalan dengan 5 Fungsi Mahasiswa
- Direct of Change
- Agent of Change
- Iron Stock
- Moral Force
- Social Control
Nah fungsi ini akan lebih efektif lagi dilakukan kalo kita ikut organisasi, berjamaah lebih baik kan. Bayangin kita bawa banyak barang nih, lebih baik punya rekan sepenanggungan yang ngebawa barangnya bareng kita kan? bakal lebih ringan dan perjalanan kita akan lebih menyenangkan. Sama aja kalo kita lagi jalan ke suatu tempat, beda loh rasanya jalan sendirian sama jalan bareng temen.
3. Banyak manfaat organisasi yang tidak didapatkan di bangku kuliah, mungkin ada tapi dampaknya tidak sebesar saat ikut organisasi.
- Managemen waktu
- Managemen Forum
- Managemen organisasi
- Public speaking
- Team work
- Dll
Manfaat lain dari organisasi? Bisa menolong orang lain, dan ladang pahala juga kalo kita ikhlas. Membangun relasi untuk masa depan dari beragam latar belakang. Dan kalo kita bayar kuliah itu udah termasuk dana kegiatan mahasiswa, jadi sayang yaaa kalo nggak ikut organisasi atau kegiatan kemahasiswaan hehe
Pemerintah juga mendukung kegiatan mahasiswa, yuk tengok UU no. 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi pasal 77 ayat;
1. Mahasiswa dapat membentuk organisasi kemahasiswaan
2. Organisasi kemahasiswaan paling sedikit memiliki fungsi untuk:
a. Mewadahi kegiatan mahasiswa dalam mengembangkan bakat,.... dst
Mengapa harus mahasiswa?
Mahasiswa adalah kelompok intelektual yang independen, pemuda yang bukan mahasiswa intelektualnya masih kurang, diatas mahasiswa seperti pejabat publik, dll sudah dibawahi partai politik dan kepentingan2 lainnya.
Mahasiswa bergerak untuk kemajuan bangsa dan negaranya.
Takut gabisa nyeimbangin organisasi dan akademik? mungkin sharing aja kali ya... walaupun ikut organisasi di kampus yang jadwalnya lumayan padet. Alhamdulillah IPK gue selama dua semester ini selalu diatas 3,5. Organisator itu orang2 yang seharusnya sudah selesai dengan urusan pribadi mereka, termasuk amanah dari orang tua untuk menjalani pendidikan dengan baik. Jangan menyalahkan organisasi atas ketidak mampuan kita mengatur diri sendiri. Kita yang mengatur waktu, bukan waktu yang mengatur kita hehe.
Organisasi mempertemukan gue dengan orang-orang hebat, membuat hidup gue terasa lebih berarti. Karena lewat organisasi gue bisa secara langsung bertemu dan ngebantu orang2 yang butuh sesuai dengan kapasitas gue sebagai mahasiswa. Organisasi juga bikin kita jadi lebih proaktif dan sadar dengan potensi besar kita yang selama ini kita cuekin.
Senin, 27 Juni 2016
SEBUAH SUDUT YANG MEMANDANG
Dua
tahun belakangan ini sepertinya terlalu banyak hal yang terjadi, sehingga
kurang lebih aku kesulitan menjelaskan padamu apa saja yang terjadi. Hari ini
hujan turun begitu derasnya, butiran-butiran bening titik air hujan jatuh
membasahi tanah kering pertiwi yang belakangan tidak diguyur hujan. Aku
berbaring menatap langit-langit kamar ku yang sesekali bercahaya karena kilat,
dini hari yang sunyi. Tanganku merengkuh guling yang ada tepat disampingku, aku
mencoba menelusuri alur dinding kamar dengan telunjuk jariku. Rasa resah yang
berkecamuk membuat mataku enggan dibuai kantuk.
Aku
mencintai kebebasan, kebebasan yang berbatas maksudku. Aku tidak suka dibatasi
manusia tapi aku suka dibatasi Tuhan, jelas karena Dia mencintaiku. Aku bergumam
mengikuti nada manapun yang ku mau, prasangka orang telah menenggelamkanku
dalam jurang kebimbangan beberapa bulan terakhir. Aku telah menunda impian
besar yang ku miliki, menyedihkan. Namun penundaan itu bukan tanpa sebab, jika
ku ceritakan padamu mungkin kau tidak akan mengerti. Sesekali layar hp ku
menyala, ku lihat beberapa orang mengirim pesan padaku. Sekumpulan pertanyaan
menggantung dalam benakku, menyenangkan kah membuat orang kebingungan? Sungguh aku
tidak habis pikir.
Hmmm..
akhir-akhir ini aku sedang mempelajari seni menahan, tau kah dirimu tentang
seni menahan?. Hal yang menggelitik saat aku harus mengikuti segala yang dibuat
untukku hanya karena itu baik untuk orang lain, lalu untukku? Itu adalah sebuah
ujian, aku sangat ingin tertawa. Jangan beralasan kau melakukan itu untuk
diriku, akuilah bahwa kau melakukannya utuk dirimu juga. Berada dalam dua
dinding yang menghimpit membuat aku sulit berfikir, keputusanku untuk
mengikutimu sungguh bukan karena aku tau itu baik untukku. Aku sedang
menggunakan kartu terakhir, kesempatan terakhir..
Pernah
ku baca sebuah kalimat dalam sebuah cerita fiksi, “Terkadang berani bukan
berarti menghilangkan rasa takut, hanya saja berani adalah keputusan untuk
menghadapi ketakutanmu”. Yang ku sukai dari memiliki waktu untuk diriku sendiri
adalah aku bebas berfikir, tidak dibatasi pemikiran orang lain. Sejujurnya saat
memutuskan untuk menjalani ini, aku paham betul aku ketakutan dan aku merasa
belum siap. Jika ini boleh ku sebut sebagai sebuah tantangan yang besar dan
membuatku gentar, maka izinkan aku menyebutnya begitu. Karena aku tidak
berencana untuk menjadi biasa, seperti yang kau perkirakan. Aku telah
mengorbankan sebuah impian besar beserta zona nyaman yang membuatku bebas
melakukan pergerakan, belajar dan mengeksplorasi kemampuanku. Aku telah
menangguhkan sebuah mimpi, untuk kepentingan orang banyak.
Perlahan
dini hari mulai merangkak, aku mendengar sayup-sayup seruan dari masjid-masjid
didekat rumahku. Membangunkan orang-orang dari dekapan tidur, mendesak mereka
untuk memulai hari dengan sahur. Ku ubah posisi tidurku, kini aku menatap pintu
kamar ku yang berwarna coklat dan terbuat dari kayu, meski tertutup aku bisa
melihat cahaya dari ruang tamu berhasil menyelusup diantara celah pintu. Aku bisa melihat diriku kerap melewati pintu
itu, dari mulai saat aku mengemban amanah saat aku masih duduk di bangku SMA. Berkali-kali
ku lewati pintu dengan perasaan berkecamuk yang tak dapat ku gambarkan. Sebuah
pintu yang menjadi batas antara aku dan dunia luar, pintu yang menjadi batas
antara aku yang kau lihat dengan aku yang bersembunyi.
Pikiranku
mulai meraba-raba saat dimana aku didorong untuk naik, dan disaat yang sama aku
ditinggalkan. Bukannya aku tidak meminta orang-orang untuk tetap tinggal, hanya
saja mereka yang memutuskan untuk pergi. Kini hal yang sama terulang kembali,
aku harus memutuskan tetap tinggal karena aku rasa aku tidak sanggup untuk meninggalkan seseorang bergumul dalam
jalan juang yang berbatu dan gelap sendirian. Aku pernah ada dijalan itu dan
aku pernah berada diposisi dia, mungkin dahulu aku ditinggalkan agar aku
mengerti bahwa aku tidak seharusnya meninggalkan. Hatiku telah menerima
keputusanku, tapi aku tidak yakin akalku menerimanya. Tapi aku benar-benar
tidak punya jalan keluar, yang bisa aku lakukan kini hanya menjalani segalanya
tanpa banyak bertanya.
Masa
lalu selalu menarik untuk diingat, karena masa lalu aku ada disini menjadi aku
yang kau tau. Telah banyak hal-hal yang tak pernah terlintas dalam bayanganku
terjadi begitu saja. Namun aku tidak mempertanyakan mengapa hal itu harus
terjadi padaku, kenapa aku, setidaknya aku yang sekarang enggan mempertanyakan
itu. Seorang teman pernah berkata padaku, ketika ia menghadapi suatu masalah
yang berat ia akan buru-buru menjadi tempat yang lapang untuk berbaring dan
memandang jauh ke langit. Ia berkata, “Langit luas, tinggi dan begitu besar...
masalahku tidak seluas, setinggi dan sebesar langit.. pasti aku bisa
menyelesaikannya”
Permasalahan
membuat kita sadar, kita masih punya celah yang harus ditambal. Rintangan
membuat kita sadar, Tuhan selalu punya cara agar kita menjadi lebih dari kita
yang dahulu.
Belum
lama ini aku berbuka puasa hanya berdua dengan seseorang yang sangat menghargai
keberadaanku dan aku pun menghargai keberadaannya. Kami berbuka di Masjid
pinggir jalan, sebuah pengalaman baru baginya. Ia berkata padaku “sebenarnya
setahun belakangan aku pun menahan impianku, menangguhkannya dengan alasan
tidak lain karena aku merasa tidak bisa pergi begitu saja melepas tanggung
jawabku atas tempat ini. Dan benar saja, Tuhan kini melancarkan impian yang ku
tangguhkan dan bahkan jika boleh aku menambahkan... Ia memberiku lebih dari
yang ku mau dulu”
Jelas
aku bukan manusia yang sempurna, Tuhan berbaik hati menutup kekuranganku. Pada
akhirnya kita manusia memang hanya bisa menerima, toh rencana dan skenario
terbaik sebenarnya sudah tersedia. Hanya saja manusia selalu merasa pandai
mengira-ngira dan menerka-nerka. Kita selalu punya pilihan untuk berfikir buruk
tentang apa yang terjadi hari ini, saat ini. Namun terkadang kita lupa, kita
juga punya pilihan untuk berfikir baik tentang apapun yang sedang terjadi kini.
Aku belajar bahwa Tuhan selalu punya cara paling
romantis untuk mengabulkan setiap impian dan doa-doa dari manusia yang setiap
malam terlempar dari berbagai arah di penjuru bumi. Aku meragukan diriku dan mungkin
orang-orang yang ku kenal, tapi aku tidak meragukan rencana-Nya. Karena itu aku
memutuskan untuk percaya pada diriku, kepada banyak orang dan menjalani hari
ini serta hari yang akan datang. Sesuatu yang membahagiakan telah disediakan
untukku, sebuah keberhasilan akan pencapaian, kebanggan dan kebaikan. Namun
jalan menuju tempat itu bukanlah jalan yang mudah, tantangan besar dan aral
yang melintang mungkin menghadang. Jika saat itu tiba, satu-satu nya hal yang
bisa ku lakukan mungkin hanya menjalaninya dan percaya bahwa ini pasti akan
berlalu.
Dari sekian banyak hal yang aku terus pertanyakan dalam hidupku, beberapa diantaranya telah terjawab. Tentang tempat aku berada dimasa lalu, masa kini dan harapanku dimasa yang akan datang. Jawaban yang diberikan oleh Allah selama ini membuat auyakin, kehidupan tidak menawarkan jalanan yang mulus dan selalu indah. Namun kehidupan memberikan jalan yang memang pantas untuk kita jalani.. sebuah jalan yang membuat kita berkembang, membuat kita lebih berarti untuk lingkungan sekitar.
Semua tentang bagaimana cara kita memandang suatu jalan yang diberikan pada kita. Pada dasarnya Allah itu gak selalu memberikan apa yang kita inginkan... kita sebagai manusia belum tau apa akhir yang akan diberikan untuk kita. Suatu kesulitan, rasa sedih dan hal-hal yang tidak kita rencanakan juga anugerah dari Allah, sesuatu yang patut disyukuri dan dijalani.
Dan jika boleh aku menekankan suatu hal... Semua tentang cara kita memandang, semua tentang dari sudut mana kita memandang. Hidup ini sungguh indah bila kita memandang dari sudut yang indah.
Minggu, 03 April 2016
Ujian Nasional : Aku Vs Diriku
Sebenernya hari selasa minggu depan gue ada UTS di kampus, niatnya mah gamau online tapi... ada screen capt dr temen SMA yang super duper menggelitik rasa kemanusiaan gue (?). Yaitu screen capt yang nunjukin percakapan seseorang yang intinya ttg karena konsumennya itu udah bayar... walau pun dia gabisa ngasih kunci jawaban yang bener2 tepat tapi dia menjanjikan nilai 80 untuk setiap mata pelajaran Ujian Nasional tahun ini. hmmmm cie segitu saktinya cie.
Gue rasa bukan kapasitas gue menggurui siapapun dengan cara apapun, di blog ini gue cuma mau berbagi.. itu juga kalau pembacanya gak keberatan sama pemikiran gue hehe.
Jadi gue adalah mantan korban ujian nasional (?) sebut aja gitu. Dari SD sampe SMA gue pualing gak suka nyontek pas ujian, bukan karena gue pinter ato ranking 1 se angkatan. Simply karena gue percaya selalu ada rencana baik dari Tuhan buat hamba2nya yang jujur dan memegang teguh kejujuran itu dalam kondisi apapun.
Tahun lalu, seminggu menjelang ujian gue gak percaya ada kunci jawaban. Gue pun belajar bolak-balik sekolah, tempat bimbel, rumah dan terus kaya gitu sampe menjelang Ujian Nasional. Gue sama sekali gak berfikir menggunakan kunci jawaban jenis apapun.
Tiba hari ujian nasional, gue dapet link yang katanya disitu ada soal ujian nasional. Gue gak percaya dong... gue lanjut belajar UN tanpa berfikir mau membuka link tersebut.
Gue inget banget, waktu itu lagi mata pelajaran Biologi yang gue suka. Setelah keluar dari ruangan, gue iseng minjem soal yg kata temen2 seruangan gue itu bocoran soal ujian nasional, dan alangkah terkejutnya gue ketika melihat soal-soal di lembar soal itu bener2 keluar pas tadi gue ngerjain soal didalem ruangan.
Merasa dikhianati? sedih? yap yap bener banget. Gue langsung pulang dengan perasaan terkoyak gak karuan, berhubung temen2 seruangan gue hampir semuanya make kunci jawaban dan gue mungkin salah satu atau bahkan satu2nya yang memutuskan untuk gak pake kunci jawaban apapun. Lalu gue mulai berfikir... kalo kaya gini kenapa gue harus Ujian Nasional? trus usaha gue belakangan ini buat apa kalau akhirnya nilai gue akan dibandingkan dengan nilai mereka yang gak jujur dan mereka yang udah tau soalnya duluan.
Di hari terakhir Ujian Nasional gue udah putus asa dan ngerasa gak perlu lah gue ujian nasional, gue udah super ga peduli. Setelah ngerjain soal terakhir, kesedihan gue gak terbendung. Gue jalan sendirian ke lapangan utama sekolah gue buat ikut penutupan ujian nasional. Di lapangan gue liat temen2 gue ketawa, pelukan sambil joget2, Ujian Nasional yang jadi momok bagi pelajar SMA itu akhirnya berakhir.
Gue?
hmmm
Gue berdiri sendirian ditengah2 kerumunan temen2 gue yang sedang menikmati euforia selesai ujian nasional, sampai sahabat seperjuangan gue di OSIS nyamperin gue dan dia sadar muka gue udah gaenak maksimal. Dia pun meluk gue dan rasanya semua emosi yang gue tahan itu keluar dan gabisa gue berhentiin.
Sejujurnya, jauh dilubuk hati gue. Melihat mayoritas temen2 gue pake kunci jawaban, atau download soal for free dari internet dengan bebasnya, itu membuat gue bertanya "Kenapa gue gabuka aja? kenapa gue gak nyontek aja?". Link kunci jawaban UN tu udah bener-bener diujung jari gue.
Ada pertanyaan besar lagi di benak gue, "pernah gak sih kalian yang nyontek selama ujian berfikir tentang apa yang udah dilakukan sama orang2 yang jujur dirumah?" gue bukan anak yang pinter, seriously. Dulu waktu gue kelas 2 SMA, gue pernah duduk sebangku sama senior pas ujian. Setelah ujian selesai gue denger si senior ini ngomong gini ke temennya "Gila, yang sebelah gue pinter bener" "lah? tau dari mana bro?" "selama UAS gue gak pernah ngeliat dia nyontek". Gue pun berkesimpulan, orang2 yang nyontek mungkin menganggap diri mereka kurang pintar, mereka kurang percaya diri kalau harus menjawab soal2 sendiri. Kalo ngeliat orang gak nyontek bawaannya mikir kalo "Ah dia kan pinter, wajar kalo gak nyontek". Kemudian si pelaku pencontekan pun membenarkan perbuatannya menyontek pekerjaan orang lain, huft.
Sejujurnya gue pun gk pinter, gue belajar sebelum ujian karena gue gak punya pilihan.. kalo gue gak belajar gue gaakan bisa ngerjain soal, karena nanti diruang ujian gak akan ada yang bantuin gue ngejawab soal itu. Kalo boleh jujur, kadang gue menggunakan keahlian "mengarang bebas" yang gue punya pas jawab soal2 yang gue gak ngerti sebenernya mah, makanya jawaban gue keliatannya panjang haha. Guru matematika gue di SMA pernah bilang, kalo kita mengerjakan soal ujian sendiri alias jujur. kita bakal mengeluarkan kemampuan terbaik kita yang dihari biasa itu gak muncul. Dan itu harus gue akui benar adanya.
Balik lagi ke kisah gue di Ujian Nasional tahun lalu, Kasus nyontek kaya gini gak cuma disekolah gue doang tapi di banyak SMA/SMK se derajat juga ternyata tersebar merata haha. Gue ikut forum pelajar se kota depok dan dari cerita2 temen gue yaaa.. bener, ternyata banyak yang gak jujur.
Gue merasa kerja keras gue belajar gak dihargai oleh siapa? oleh banyak pihak. Tapi gue berfikir apa pihak2 yang tidak menghargai usaha orang2 yg jujur ini bakal peduli? "ahh yang penting gue lulus UN, kalo dia gamau pake KJ yaa salah sendiri ga pake" atau "Ahh yang penting tugas gue nyelenggarain UN disini selese, ya terus kenapa kalo ada yang nyontek.. itu kan pilihan"
Karena ketidak pedulian orang2 inilah gue mulai berfikir, bener juga. wkwkwk.
Gue gak bisa menuntut orang lain untuk mengerjakan ujian nasional dengan jujur, sekali lagi itu bukan kapasitas gue. Tapi gue bertekad, jadi sukses dengan kerja keras dan usaha yang gak mengenal lelah dan tetap teguh untuk jadi orang yang jujur. Dengan begini, suatu hari nanti saat gue udah sampe di puncak kesuksesan, gue berharap bisa membuat banyak pelajar yang jumlahnya banyak bisa yakin pada diri mereka dan pada rencana Allah.
Kalo ada yang ketemu cobaan di ujian nasional tahun ini, bismillah serahkan sama Allah. "Hellloww masalah, lo emang gede bgt buat gue.. tapi gue punya Allah yang punya kekuasaan yang lebih gede".
Allah tu gak tidur sob, jujur aja yuk... kenapa sih harus takut sama penilaian manusia? kenapa harus takut sama penilaian diatas kertas?. Takut lah kalo penilaian yang sebatas dimata manusia itu akan menghalangi kita masuk ke surga. Takutlah kalo nilai diatas kertas itu yang ditulis manusia itu, akan menambah catatan buruk di buku catatan amal perbuatan kita yang catatan itu malaikat loh yg nyatet, bukan manusia.
Hasil ujian nasional gue gak bagus, menurut gue. Ada dua mata pelajaran yang nilainya 9 dan sisanya dibawah 5. Tapi gue sekarang dapet kuliah di PTN, gue dapet IPK yang lumayan bikin senyum lah kalo diliat, gue ikut organisasi2 kampus dan ketemu sama orang2 hebat. Lalu kemana kertas Ujian Nasional yang bikin gue sedih? gaada dimana2 guys, ijazah gue itu gak membuat gue berhenti hidup.. gak membuat gue sungkan untuk beraktifitas. Malah Allah ngasih gue banyak anugerah yang lebih dari sekedar nilai 8 keatas di ijazah gue, Dia kasih gue kesempatan untuk menjadi lebih dewasa lewat Ujian Nasional.
Ngerjain soal itu kamuflase sih menurut gue, sebenernya pas ujian nasional kita itu lagi bertarung sama diri kita sendiri. Mau jujur? Mau nyontek? itu emang pilihan. Sama kaya. Mau surga? mau neraka? itu juga pilihan. hayoooo...
Akhir kata.. semangat buat semua yang sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Ingat, buat tetep jujur.. jangan nodai kegiatan kita menuntut ilmu di sekolah dengan praktik kecurangan se kecil apapun. Ayo budayakan jujur, malu sama tittle "pelajar" yang seharusnya belajar bukan berbuat kecurangan :). ingat ya... negara kita butuh lebih banyak orang yang jujur.
Gue rasa bukan kapasitas gue menggurui siapapun dengan cara apapun, di blog ini gue cuma mau berbagi.. itu juga kalau pembacanya gak keberatan sama pemikiran gue hehe.
Jadi gue adalah mantan korban ujian nasional (?) sebut aja gitu. Dari SD sampe SMA gue pualing gak suka nyontek pas ujian, bukan karena gue pinter ato ranking 1 se angkatan. Simply karena gue percaya selalu ada rencana baik dari Tuhan buat hamba2nya yang jujur dan memegang teguh kejujuran itu dalam kondisi apapun.
Tahun lalu, seminggu menjelang ujian gue gak percaya ada kunci jawaban. Gue pun belajar bolak-balik sekolah, tempat bimbel, rumah dan terus kaya gitu sampe menjelang Ujian Nasional. Gue sama sekali gak berfikir menggunakan kunci jawaban jenis apapun.
Tiba hari ujian nasional, gue dapet link yang katanya disitu ada soal ujian nasional. Gue gak percaya dong... gue lanjut belajar UN tanpa berfikir mau membuka link tersebut.
Gue inget banget, waktu itu lagi mata pelajaran Biologi yang gue suka. Setelah keluar dari ruangan, gue iseng minjem soal yg kata temen2 seruangan gue itu bocoran soal ujian nasional, dan alangkah terkejutnya gue ketika melihat soal-soal di lembar soal itu bener2 keluar pas tadi gue ngerjain soal didalem ruangan.
Merasa dikhianati? sedih? yap yap bener banget. Gue langsung pulang dengan perasaan terkoyak gak karuan, berhubung temen2 seruangan gue hampir semuanya make kunci jawaban dan gue mungkin salah satu atau bahkan satu2nya yang memutuskan untuk gak pake kunci jawaban apapun. Lalu gue mulai berfikir... kalo kaya gini kenapa gue harus Ujian Nasional? trus usaha gue belakangan ini buat apa kalau akhirnya nilai gue akan dibandingkan dengan nilai mereka yang gak jujur dan mereka yang udah tau soalnya duluan.
Di hari terakhir Ujian Nasional gue udah putus asa dan ngerasa gak perlu lah gue ujian nasional, gue udah super ga peduli. Setelah ngerjain soal terakhir, kesedihan gue gak terbendung. Gue jalan sendirian ke lapangan utama sekolah gue buat ikut penutupan ujian nasional. Di lapangan gue liat temen2 gue ketawa, pelukan sambil joget2, Ujian Nasional yang jadi momok bagi pelajar SMA itu akhirnya berakhir.
Gue?
hmmm
Gue berdiri sendirian ditengah2 kerumunan temen2 gue yang sedang menikmati euforia selesai ujian nasional, sampai sahabat seperjuangan gue di OSIS nyamperin gue dan dia sadar muka gue udah gaenak maksimal. Dia pun meluk gue dan rasanya semua emosi yang gue tahan itu keluar dan gabisa gue berhentiin.
Sejujurnya, jauh dilubuk hati gue. Melihat mayoritas temen2 gue pake kunci jawaban, atau download soal for free dari internet dengan bebasnya, itu membuat gue bertanya "Kenapa gue gabuka aja? kenapa gue gak nyontek aja?". Link kunci jawaban UN tu udah bener-bener diujung jari gue.
Ada pertanyaan besar lagi di benak gue, "pernah gak sih kalian yang nyontek selama ujian berfikir tentang apa yang udah dilakukan sama orang2 yang jujur dirumah?" gue bukan anak yang pinter, seriously. Dulu waktu gue kelas 2 SMA, gue pernah duduk sebangku sama senior pas ujian. Setelah ujian selesai gue denger si senior ini ngomong gini ke temennya "Gila, yang sebelah gue pinter bener" "lah? tau dari mana bro?" "selama UAS gue gak pernah ngeliat dia nyontek". Gue pun berkesimpulan, orang2 yang nyontek mungkin menganggap diri mereka kurang pintar, mereka kurang percaya diri kalau harus menjawab soal2 sendiri. Kalo ngeliat orang gak nyontek bawaannya mikir kalo "Ah dia kan pinter, wajar kalo gak nyontek". Kemudian si pelaku pencontekan pun membenarkan perbuatannya menyontek pekerjaan orang lain, huft.
Sejujurnya gue pun gk pinter, gue belajar sebelum ujian karena gue gak punya pilihan.. kalo gue gak belajar gue gaakan bisa ngerjain soal, karena nanti diruang ujian gak akan ada yang bantuin gue ngejawab soal itu. Kalo boleh jujur, kadang gue menggunakan keahlian "mengarang bebas" yang gue punya pas jawab soal2 yang gue gak ngerti sebenernya mah, makanya jawaban gue keliatannya panjang haha. Guru matematika gue di SMA pernah bilang, kalo kita mengerjakan soal ujian sendiri alias jujur. kita bakal mengeluarkan kemampuan terbaik kita yang dihari biasa itu gak muncul. Dan itu harus gue akui benar adanya.
Balik lagi ke kisah gue di Ujian Nasional tahun lalu, Kasus nyontek kaya gini gak cuma disekolah gue doang tapi di banyak SMA/SMK se derajat juga ternyata tersebar merata haha. Gue ikut forum pelajar se kota depok dan dari cerita2 temen gue yaaa.. bener, ternyata banyak yang gak jujur.
Gue merasa kerja keras gue belajar gak dihargai oleh siapa? oleh banyak pihak. Tapi gue berfikir apa pihak2 yang tidak menghargai usaha orang2 yg jujur ini bakal peduli? "ahh yang penting gue lulus UN, kalo dia gamau pake KJ yaa salah sendiri ga pake" atau "Ahh yang penting tugas gue nyelenggarain UN disini selese, ya terus kenapa kalo ada yang nyontek.. itu kan pilihan"
Karena ketidak pedulian orang2 inilah gue mulai berfikir, bener juga. wkwkwk.
Gue gak bisa menuntut orang lain untuk mengerjakan ujian nasional dengan jujur, sekali lagi itu bukan kapasitas gue. Tapi gue bertekad, jadi sukses dengan kerja keras dan usaha yang gak mengenal lelah dan tetap teguh untuk jadi orang yang jujur. Dengan begini, suatu hari nanti saat gue udah sampe di puncak kesuksesan, gue berharap bisa membuat banyak pelajar yang jumlahnya banyak bisa yakin pada diri mereka dan pada rencana Allah.
Kalo ada yang ketemu cobaan di ujian nasional tahun ini, bismillah serahkan sama Allah. "Hellloww masalah, lo emang gede bgt buat gue.. tapi gue punya Allah yang punya kekuasaan yang lebih gede".
Allah tu gak tidur sob, jujur aja yuk... kenapa sih harus takut sama penilaian manusia? kenapa harus takut sama penilaian diatas kertas?. Takut lah kalo penilaian yang sebatas dimata manusia itu akan menghalangi kita masuk ke surga. Takutlah kalo nilai diatas kertas itu yang ditulis manusia itu, akan menambah catatan buruk di buku catatan amal perbuatan kita yang catatan itu malaikat loh yg nyatet, bukan manusia.
Hasil ujian nasional gue gak bagus, menurut gue. Ada dua mata pelajaran yang nilainya 9 dan sisanya dibawah 5. Tapi gue sekarang dapet kuliah di PTN, gue dapet IPK yang lumayan bikin senyum lah kalo diliat, gue ikut organisasi2 kampus dan ketemu sama orang2 hebat. Lalu kemana kertas Ujian Nasional yang bikin gue sedih? gaada dimana2 guys, ijazah gue itu gak membuat gue berhenti hidup.. gak membuat gue sungkan untuk beraktifitas. Malah Allah ngasih gue banyak anugerah yang lebih dari sekedar nilai 8 keatas di ijazah gue, Dia kasih gue kesempatan untuk menjadi lebih dewasa lewat Ujian Nasional.
Ngerjain soal itu kamuflase sih menurut gue, sebenernya pas ujian nasional kita itu lagi bertarung sama diri kita sendiri. Mau jujur? Mau nyontek? itu emang pilihan. Sama kaya. Mau surga? mau neraka? itu juga pilihan. hayoooo...
Akhir kata.. semangat buat semua yang sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Ingat, buat tetep jujur.. jangan nodai kegiatan kita menuntut ilmu di sekolah dengan praktik kecurangan se kecil apapun. Ayo budayakan jujur, malu sama tittle "pelajar" yang seharusnya belajar bukan berbuat kecurangan :). ingat ya... negara kita butuh lebih banyak orang yang jujur.
Sabtu, 05 Maret 2016
Kisah Cinta Tanpa Titik
Gue ada di usia dimana jatuh cinta itu mungkin, jatuh cinta itu hal biasa dan bukan sesuatu yang aneh. Walaupun sebenernya gaada umur yang ditentukan bagi siapapun untuk jatuh cinta sih. Kalo boleh diakui nih haha sebenernya gue pun ga terlepas dari perasaan suka sama laki-laki. Gue yang suka Kpop, suka sama berita-berita politik gitu dan kadang komen2 sambil emosi, agak bala kalo mulai ngomong, gue seseorang yang merasa hampa tanpa organisasi dan hampir semua laki-laki meihat gue sebagai teman dan bukan perempuan. Gue pun punya hati #aihhh# haha tapi ini serius.
Dulu gue punya kriteria khusus soal laki-laki. Pertama dan satu-satunya syarat gue, dia harus apa adanya. Ada kerjaan, ada mobil, ada uang, ada tampang modelnya sedikit dan kalo bisa gajauh-jauh dari artis korea, ada rumahnya dan ada-ada lainnya. Tapi semenjak masuk PNJ #Endorse# haha, gue bertemu dengan mereka-mereka yang memaknai cinta lebih dari "apa adanya".
Gimana rasanya jatuh cinta? duh, gue pun gak yakin gue pernah jatuh cinta yang sesungguhnya dan gatau rasanya gimana. Tapi suka sama orang, gue tau rasanya, Rasanya kaya tiap ketemu dia disengaja atau pun tidak, perut lo bakal berasa penuh sama kupu-kupu yang terbang-terbangan ngebut pake roket keluaran terbaru dan kupu-kupunya terbang sambil ditutup matanya pake lakban. Trus begitu dia ngomong lo mulai siapin rekaman terbaik di otak lu supaya bisa inget tiap huruf yang dikeluarin sama doi. Trus begitu pandangan lo ga sengaja papasan, lo mulai pengen lari kenceng trus berlindung di balik tembok cina. Oke gue agak lebay, tapi ya kira-kira gitu lah.. gitu nggak sih?.
Gue gabisa berbagi banyak soal cinta, secara ya mungkin yang baca lebih berpengalaman soal Cinta. Di MICE ada salah satu mata kuliah tentang Self Management, dosennya kesukaan gue banget. Pertemuan seminggu lalu kita bahas tentang apa yang kita inginkan dan apa yang kita hindari, kita tulis itu diatas kertas dan kita tulis 10 hal yang diinginkan dan yang dihindari. Gue disuruh baca poin-poin yang gue tulis karena kebetulan duduk paling depan hari itu, gue gatau kenapa temen-temen gue pada tepuk tangan dan bahkan ada yang bilang kalo dia pengen nangis denger poin-poin yang gue inginkan. Dan sejujurnya gue pun hampir nangis setelah di sesi kedua gue disuruh bacain skala prioritas dari semua yang gue inginkan, gatau deh kenapa tiba-tiba bisa emosi kaya gitu. Intinya, salah satu yang gue inginkan adalah "mencintai dan dicintai".
Gue adalah orang yang mudah terpengaruh sama lingkungan gue dan akhir-akhir ini gue terpengaruh dengan konsep cinta yang ditawarkan lingkungan gue. Di lingkungan gue sekarang orangnya kebanyakan agamis, kalau pun ga agamis mereka sangat paham dan menghormati norma-norma yang berlaku di negara kita, dan bahkan banyak diantara mereka yang menurut gue sangat nasionalis. Intinya mereka semua insyaallah baik-baik.
"kamu tau gak rasanya suka sama laki-laki yang soleh?"
"Kebetulan tau kak... gaenak ya?"
"Maksudnya? karna dia gajelas gitu? hahaha"
"Yaa... laki-laki model gitu biasanya sukanya kan diem-diem kak. Tau-tau ngelamar aja, kan gawat"
"Loh ko gawat?"
"Ya gawat, kalo yang dia lamar bukan aku"
#senior pun memutuskan untuk resign dari himpunan karena pernyataan ini# hahahaha nggak deh.
Sebenernya banyak banget temen-temen gue dan mungkin termasuk gue yang mengkhawatirkan hal itu. Kita perempuan kan menunggu yaaa, gimana kalo yang ditunggu ternyata sedang menunggu wanita lain #aaaaiiihh#
Dan pernah suatu hari ada senior yang menjawab kegelisahan gue dan temen-temen gue yang sedang masuk ke fase dewasa tanggung, dewasa kata KTP atau dewasa apalah terserah.
"Siapa yang paling deket sama laki-laki yang sholeh? Tuhannya kan? ya kamu deketin Tuhannya lah"
INI KONSEP CINTA YANG ROMAAAANTIS BANGET MENURUT GUE,
Cinta yang dirasakan oleh dua insan yang saling mencintai dalam diam, bukan karena nggak berani mengungkapkan rasa cinta itu. Tapi karena sesuatu yang indah itu butuh proses, karena cinta itu suci dan harus tetap dijaga kesuciannya sampai kapanpun. Romantis gak sih? kalo kita cinta sama seseorang tapi kita menahan diri, menunggu Allah yang mempersatukan kita diwaktu yang paling indah dan diridhai #aiihhh#.
Selama masa penantian itu, kita dan calon pasangan hidup kita sama-sama saling memantaskan diri. Sama-sama berjuang dengan kehidupan masing-masing sembari saling mendoakan dalam diam, kita sama-sama berharap cerita cinta tanpa titik sedang dipersiapkan untuk kita oleh Sang Maha Cinta. Gue kayanya agamis banget ya? tapi kalo pembaca bisa liat gue orang apa sehari-harinya, pasti gaakan mikir kaya gitu.
Karena dia yang baik dipersiapkan untuk dia yang baik.
Banyak perempuan-perempuan disekitar gue mengakui kalo mereka suka sama laki-laki yang sholeh. Laki-laki yang baca Al-Qur'an, mimpin shalat dengan suara yang merdu, mereka yang sibuknya luar biasa tapi selalu punya waktu untuk menundukkan kepala mereka di hadapan Tuhannya. Itu pesona nya, subhanallah... sampe diantara cewe2 ada becandaan kaya gini:
A : eh shalat yuk ke mesjid!!
B : di Mushola aja gamau? #ngos2an
A : Mesjid ajalah sekalian nyari imam
B : #Bangun dengan semangat kemerdekaan#
Oke, balik ke topik kita. Trus ya gue nanya dong, ga takut apa dia tiba-tiba ngelamar perempuan lain?.
Kebanyakan dari mereka senyum-senyum, gaada yang seneng orang yang disukai menikah dengan wanita lain pastinya. oke, ada dua tipe jawaban orang-orang sih. Yang pertama:
Gue : Eh kalo dia ngelamar perempuan lain gimana? ya secara keliatan kan dia gaakan mau pacaran dan kakak ga mungkin juga nyatain perasaan duluan.
Kakak Tingkat : Ya kalo soal itu mah urusan Allah dek, kita sebagai manusia ya berdoa aja. Berdoa setiap habis shalat, kalau dia memang yang terbaik buat kita semoga suatu hari nanti bener2 bisa dipersatukan dengan cara yang baik.
Yang kedua :
Gue : Eh kalo dia ngelamar perempuan lain gimana? ya secara keliatan kan dia gaakan mau pacaran dan lo ga mungkin juga nyatain perasaan duluan.
Temen : ya gue doa aja supaya dia jodoh terbaik buat gue
Gue : waduh request dong? trus?
Temen : trus gue doa lagi "kalo bukan jodoh, tolong jodohin...", "Kalo masih bukan... yakali bukan :'("
Gue : *Mencari shower terdekat*
Itu kisah nyata banget, bukan karangan gue... Agak lucu ya -_____-" yang tipe kedua.
Tapi gue kagum sama orang-orang didekat gue yang menjaga hati mereka. Mereka suka sama seseorang tapi mereka bener-bener menahan diri mereka, lebih banyak berdoa sama Allah yang lebih punya kuasa untuk menyatukan dua insan yang Dia kehendaki. Menahan diri itu bukan perkara yang mudah, sepakat dong ya?.
Kalo boleh berpendapat, gue punya beberapa pendapat tentang cinta.
Pertama, gue merasa cinta itu sesuatu yang suci gitu dan sudah sepantasnya diperlakukan seperti itu. Kalo memang gue mencintai dia dan dia pun begitu, gue gamau dia berbuat dosa dengan lebih banyak memikirkan gue dari pada Tuhannya sendiri, lebih senang melihat ke arah gue yang belum halal untuk dia. Cinta itu dibuktikan dengan perlindungan, cinta itu seharusnya menguatkan dan bukan melemahkan, cinta itu seharusnya jadi salah satu sumber kebahagiaan.
Kedua, gue merasa masih belom pantas mengharapkan pasangan hidup yang sholeh dengan kondisi gue yang masih seperti ini, jadi intinya gue ingin memperbaiki diri sebelum gue bersedia mendampingi hidup seseorang, menjaga semangat juang dia supaya ga pernah padam, selalu bersedia tersenyum untuk dia dalam kesulitan maupun kebahagiaan, dan bersedia membahagiakan dia dan dibahagiakan oleh dia di dunia dan di akhirat.
Ketiga, gue mengharapkan kisah cinta tanpa titik. Bukan kisah cinta yang akan berakhir karena dipisahkan oleh maut, gue berharap maut itu menjadi koma dalam kisah cinta gue nantinya. Dikehidupan yang lebih kekal nanti kisah cinta itu akan berlanjut, beriringan dengan kekalnya kehidupan setelah kematian. Maka kisah cinta itu akan tertulis dengan sendirinya tanpa titik, karena kehidupan setelah mati pun tidak punya titik.
Langganan:
Postingan (Atom)
Life After Collage #1 : Rasanya kerja 6 tahun
Hai! lamaa juga gak nulis. Aku lagi balik ke sawangan dan hujan super lebat, jadi gue neduh dulu di salah satu coffee shop yang mungkin 15 ...
-
#1 Tata lampu dan panggung terlihat sangat bagus. Tidak ada tanda2 BTS akan masuk ke panggung, lalu tiba2 orang2 berteriak dan saat itu bar...
-
Hai hai! Welcome to my Blog! Jadi di tulisan kali ini gue memutuskan untuk membahas MICE yang sebenarnya gue pengen nulis dari awal masu...
-
Hai mahasiswa dimanapun dan darimana pun kalian :) Artikel ini gue tulis buat sharing aja karena sayang aja misalkan cara pengelolaan ...






